Waktu Tunggu Layanan Resep Farmasi di PrimaHIS

Waktu Tunggu Layanan Resep Farmasi di PrimaHIS

Instalasi  farmasi  adalah  salah  satu  unit  di  rumah  sakit  yang  memberikan layanan produk dan jasa dalam  bentuk  pelayanan  resep.  Pelayanan resep  sebagai garis  depan  pelayanan farmasi kepada pasien harus dikelola dengan baik,  karena mutu  pelayanan  resep  farmasi yang  umumnya dikaitkan  dengan  kecepatan  dalam memberikan  pelayanan.

Peran dan fungsi seorang apoteker selain bertanggung jawab dalam memastikan kualitas obat yang diberikan kepada pasien juga memiliki tanggung jawab dalam kualitas waktu pelayanan yang diberikan.

Waktu tunggu adalah salah satu standar minimal pelayanan farmasi  di rumah   sakit. Waktu tunggu pelayanan obat jadi adalah tenggang waktu   mulai pasien   menyerahkan   resep   sampai   dengan   menerima   obat   jadi   dengan   standar minimal   yang   ditentukan   kementerian  kesehatan  adalah  ≤  30  menit,  sedangkan waktu    tunggu    pelayanan    obat    racikan    adalah    tenggang    waktu   mulai   pasien menyerahkan  resep sampai  dengan  menerima  obat racikan  yaitu  ≤ 60 menit.

Seringkali para apoteker berpendapat bahwa waktu tunggu yang dihitung adalah dimulai saat resep mulai disiapkan sampai obat selesai disiapkan. Sehingga tak jarang bahwa meskipung sasaran mutu waktu tunggu pelayanan obat tercapai namun angka kepuasan pasien (patient satisfaction index) masih tetap rendah. Bahkan komplain pasien terhadap lamanya mengantri obat di farmasi masih tinggi.

Untuk itulah maka di PrimaQUEUE / PrimaHIS terdapat menu tracking waktu tunggu tersebut. Terdapat beberapa indikator di dalamnya yaitu : Total Data yaitu total nomor antrian, total waktu lama antrian adalah dimulai saat penyerahan resep, dan rata - rata lamanya waktu penyerahan obat sampai dengan pasien dipanggil

Meskipun di sistem tersebut terdapat data lama waktu dimulai dari proses penyiapan sampai dengan resep selesai disiapkan namun penghitungan lama antrian tetap dihitung berdasarkan mulai pasien mendapatkan nomor sampai pasien dipanggil untuk penyerahan obat. Pasien tidak mau tahu proses di dalam rumah sakit, karena yang diketahui pasien adalah saat dia mulai mau mengorbankan waktunya yaitu saat menyerahkan resep sampai dia dipanggil di TV Antrian lalu pulang.

Banyak faktor   yang   mempengarui lamanya   waktu   tunggu   pelayanan   resep   di   instalasi  farmasi  yaitu diantaranya adalah  kelengkapan berkas  pasien  belum  terpenuhi sehingga terkait dengan penjaminan perusahaan/asuransi,  skrining  resep  rawat  jalan  hanya  dikerjakan  oleh satu   apoteker   saja,  kurangnya  ketersediaan  obat  yang  telah  diresepkan  dokter, sistem/program  komputer  yang  terbatas  sehingga  pengerjaan  untuk  skrining  resep berikutnya  menjadi  terhambat,  dan  terdapat  beberapa  resep gawat darurat seperti dari IGD.

Maka dari itu Seorang Apoteker rumah sakit sebagai salah seorang manager harus bisa berkoordinasi dengan departemen lain terkait demi tercapainya angka patient satisfaction index yang telah ditetapkan rumah sakit

What's Your Reaction?

like
0
dislike
0
love
0
funny
0
angry
0
sad
0
wow
0